[Networking] Install Apache + MySQL + PHP pada FreeBSD (Part#3)


PHP: Hypertext Preprocessor

PHP (PHP: Hypertext Preprocessor) umumnya digunakan sebagai server-side scripting language untuk membuat halaman web dinamis.Walaupun demikian PHP dapat digunakan sebagai sripting language pada mode CLI dan membuat program berbasis GUI dengan PHP-GTK.* PHP banyak diimplementasikan dalam berbagai aplikasi web, misalnya WordPress, MediaWiki, dan phpBB. PHP sangat mudah diintegrasikan dengan relational database management systems (seperti MySQL).

Tidak seperti JavaScript yang mengeksekusi code pada web browser pengguna, PHP menangani code pada web server. Website yang menggunakan JavaScript harus mengirimkan semua code ke web browser klien (yang memakan bandwidth). PHP mengeksekusi code pada web server dan hanya mengirimkan HTML yang diperlukan.

(*thanks to: Aaron Moses Anonymous atas revisinya)

Install PHP

Untuk menginstallnya ketikan perintah berikut pada terminal (harus superuser)

# cd /usr/ports/lang/php5
# make config ; make install clean
# rehash

Catatan: Pada saat tulisan ini dibuat, versi PHP terakhir adalah versi 5.

Konfigurasi PHP dan Integrasi dengan Apache

Buka file konfigurasi Apache agar Apache dapat bekerja dengan PHP.

# ee /usr/local/etc/apache22/httpd.conf

Cari bagian dektarasi DirectoryIndex (~216). Tambahkan index.php di depan index.html.

    DirectoryIndex index.php index.html

Setting ini akan memerintahkan Apache agar membuka file index.php terlebih dahulu jika ditemukan file index.php dan index.html dalam satu direktori.
Tambahkan baris berikut di akhir baris file httpd.conf tersebut.

AddType application/x-httpd-php .php
AddType application/x-httpd-php-source .phps

Simpan dan keluar.
Salin setting php.ini-development ke php.ini pada /usr/local/etc.

# cd /usr/local/etc
# cp php.ini-development php.ini

Konfigurasi PHP disipman di dalam file /usr/local/etc/php.ini. File php.ini-development berisi konfigurasi PHP yang disarankan untuk production server. Jika dipakai pada lingkungan developer, dapat disalin file php.ini-recommended.
Buka file php.ini.

# ee /usr/local/etc/php.ini

Cari bagian session.save_path. Hilangkan tanda titik koma didepannya. Ubah menjadi seperti berikut.

session.save_path = "/tmp"

Restart Apache.

# /usr/local/etc/rc.d/apache22 restart

Testing PHP

Untuk mengetes keberadaan PHP, akan digunakan fungsi phpinfo() untuk memberikan informasi seputar PHP yang terinstall pada server. Buat sebuah file phpinfo.php pada root direktori web server.

# ee /usr/local/www/apache22/data/phpinfo.php

Ketikan code php berikut

<?php phpinfo(); ?>

Simpan dan keluar. Buka alamat phpinfo.php di browser, misalnya http://localhost/phpinfo.php atau http://192.168.1.14/phpinfo.php. Jika berhasil maka akan muncul sebuah halam tentang PHP. Jika sudah, hapus file phpinfo.php tersebut.

Advertisements

2 thoughts on “[Networking] Install Apache + MySQL + PHP pada FreeBSD (Part#3)

  1. Saya tidak setuju jika PHP merupakan server-side scripting language yang ‘ditanam’ pada HTML. Pada kenyataannya, PHP dengan mode CLI bisa menjadi scripting language yang powerful seperti Python, bahkan bisa untuk membuat program berbasis GUI dengan misalnya PHP-GTK.

    Untuk web server, coba ganti Apache httpd dengan Nginx, sekarang banyak pengguna Apache httpd beralih ke Nginx (Lebih ringan, ramah memory), sekedar saran saja, juga untuk pengalaman, hehehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s